detik.com - Produsen mobil asal Amerika Serikat (AS), General Motors (GM), berencana menutup salah satu pabriknya di Oshawa, Kanada. Sebanyak 2.000 karyawan akan dirumahkan.
Pabrik mobil itu sebenarnya sudah akan ditutup sejak 2008 lalu, namun tingginya permintaan Chevrolet Impala membuat penutupan itu harus mundur sampai Juni 2013. Demikian diungkapkan juru bicara GM kepada AFP, Sabtu (2/6/2012).
Ia menambahkan, dua pertiga dari seluruh total karyawan di tempat tersebut yang mencapai 10.000 orang akan dirumahkan mulai tahun depan. Ketua Serikat Buruh Otomotif Kanada, Ken Lewenza, mengutuk rencana itu sebagai keputusan dengan pikiran sempit.
"Keputusan untuk menutup pabrik paling produktif ini serta memecat 2.000 tenaga kerja adalah salah dan bisa merusak operasional perusahaan dalam jangka panjang," katanya dalam keterangan tertulis.
"Hal ini juga merupakan pengkhianatan terhadap pekerjaan dan loyalitas karyawan anggota kami yang sudah berhasil mempertahankan GM tetap beroperasi di tahun 2008-2009, saat perusahaan sedang di ambang kebangkrutan."
Juru bicara GM Adria MacKenzie menanggapi kabar tersebut dengan santai. Menurutnya, tidak perlu tergesa-gesa mengambil keputusan karena pada saatnya nanti memang sudah banyak karyawan yang akan masuk ke masa pensiun.
Pabrik mobil itu sebenarnya sudah akan ditutup sejak 2008 lalu, namun tingginya permintaan Chevrolet Impala membuat penutupan itu harus mundur sampai Juni 2013. Demikian diungkapkan juru bicara GM kepada AFP, Sabtu (2/6/2012).
Ia menambahkan, dua pertiga dari seluruh total karyawan di tempat tersebut yang mencapai 10.000 orang akan dirumahkan mulai tahun depan. Ketua Serikat Buruh Otomotif Kanada, Ken Lewenza, mengutuk rencana itu sebagai keputusan dengan pikiran sempit.
"Keputusan untuk menutup pabrik paling produktif ini serta memecat 2.000 tenaga kerja adalah salah dan bisa merusak operasional perusahaan dalam jangka panjang," katanya dalam keterangan tertulis.
"Hal ini juga merupakan pengkhianatan terhadap pekerjaan dan loyalitas karyawan anggota kami yang sudah berhasil mempertahankan GM tetap beroperasi di tahun 2008-2009, saat perusahaan sedang di ambang kebangkrutan."
Juru bicara GM Adria MacKenzie menanggapi kabar tersebut dengan santai. Menurutnya, tidak perlu tergesa-gesa mengambil keputusan karena pada saatnya nanti memang sudah banyak karyawan yang akan masuk ke masa pensiun.


0 comments:
Post a Comment